Kamis, 19 Februari 2026 21:50 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Apa yang sebenarnya terjadi ketika Anda makan larut malam?
Banyak orang menganggap sepele kebiasaan ngemil atau makan berat menjelang tidur. Padahal, tubuh memiliki ritme biologis yang berbeda antara siang dan malam. Saat malam tiba, metabolisme memang cenderung melambat karena tubuh bersiap untuk beristirahat.
Dalam 30 menit pertama setelah makan, lambung tetap bekerja mencerna makanan seperti biasa. Namun, ketika waktu makin mendekati jam tidur, sistem pencernaan tidak seaktif di siang hari.
Satu jam kemudian, proses pengosongan lambung bisa berjalan lebih lambat, terutama jika makanan yang dikonsumsi tinggi lemak dan gula. Akibatnya, muncul rasa penuh, begah, hingga tidak nyaman di perut.
Memasuki dua jam berikutnya, produksi gas bisa meningkat. Perut terasa kembung dan berat. Posisi tubuh yang langsung berbaring setelah makan juga memperbesar risiko naiknya asam lambung.
Lalu bagaimana dengan klaim bahwa makanan otomatis berubah jadi lemak?
Secara medis, pencernaan tidak serta-merta “berhenti total” saat tidur. Tubuh tetap bekerja, termasuk memproses nutrisi. Namun, jika asupan kalori melebihi kebutuhan harian dan kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, kelebihan energi memang akan disimpan sebagai lemak.
Inilah yang membuat makan larut malam sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara kebiasaan makan terlalu malam dengan meningkatnya risiko gangguan metabolik, termasuk resistensi insulin dan diabetes—terutama jika dibarengi pola hidup tidak aktif.
Karena itu, banyak ahli gizi menyarankan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur. Tujuannya sederhana: memberi kesempatan tubuh menyelesaikan proses pencernaan dengan lebih optimal.
Intinya, bukan semata-mata soal jam makan, tetapi juga jumlah kalori, jenis makanan, dan konsistensi pola hidup. Makan larut malam sesekali mungkin tidak berdampak besar. Namun jika jadi kebiasaan harian, efeknya bisa terasa dalam jangka panjang. (*)
Bagikan