Mengapa Pria Mudah Mengantuk di Dekat Pasangan?

Senin, 16 Februari 2026 12:23 WIB

Penulis:Pratiwi

sleeping.jpg

(sijori.id) - Rasa kantuk yang muncul ketika seorang pria berada di dekat perempuan yang ia cintai kerap disalahartikan. Sebagian orang menganggapnya sebagai tanda bosan atau kurang tertarik. Padahal, dalam banyak kasus, kondisi tersebut justru berkaitan dengan rasa aman.

Secara psikologis, tubuh manusia cenderung lebih rileks ketika berada di lingkungan yang dianggap tidak mengancam. Bagi sebagian pria, kedekatan dengan pasangan yang memberi ketenangan membuat tubuh melepaskan kewaspadaan yang biasanya terjaga sepanjang hari. Respons ini dapat muncul dalam bentuk rasa kantuk atau keinginan untuk beristirahat.

Fenomena itu bukan selalu soal kelelahan fisik semata, melainkan sinyal bahwa seseorang merasa cukup nyaman untuk menurunkan “pertahanan diri”. Ketika tekanan berkurang, pikiran menjadi lebih tenang, otot tubuh mengendur, dan sistem saraf masuk ke fase relaksasi. Dalam situasi seperti ini, tidur atau rasa mengantuk menjadi respons alami.

Hubungan yang sehat sering ditandai oleh kehadiran yang menenangkan, bukan sekadar komunikasi verbal. Sebagian pria memilih mengekspresikan kedekatan emosional melalui keheningan atau kebersamaan yang sederhana. Beristirahat di samping pasangan dapat menjadi cara mereka melepaskan stres tanpa harus banyak bicara.

Namun, para psikolog juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki pola respons yang berbeda. Rasa kantuk tidak selalu menjadi indikator cinta atau keterikatan emosional. Faktor kelelahan, rutinitas, hingga kualitas tidur sebelumnya juga berperan.

Meski begitu, bagi banyak pasangan, momen ketika seseorang bisa tidur dengan tenang di dekat orang lain sering dianggap sebagai tanda kepercayaan. Di situlah rasa aman tumbuh—dan dari rasa aman itu, ikatan emosional perlahan menguat. (*)