PGN Perkuat Keselamatan Migas, Catat 484 Juta Safe Man Hours hingga Mei 2026

Jumat, 03 Juli 2026 15:20 WIB

Penulis:Pratiwi

Editor:Pratiwi

PGN.jpg

JAKARTA (sijori.id) – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi keselamatan migas sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan infrastruktur gas bumi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Komitmen itu disampaikan dalam Audiensi Umum bersama Pembina Sektor Keselamatan Hilir Migas di lingkungan Subholding Gas PGN yang berlangsung di Kantor Pusat PGN, Jakarta, Rabu (1/7).

Audiensi menghadirkan Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas Kementerian ESDM, Joko Hadi Wibowo. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan arah kebijakan pemerintah terkait penguatan regulasi serta implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) sebagai bagian dari strategi mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Kegiatan itu juga dihadiri jajaran Direksi PGN, yakni Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta, Direktur Manajemen Risiko Eri Surya Kelana, serta Direktur Komersial Aldiansyah Idham. Turut hadir para pimpinan dan perwakilan entitas Subholding Gas yang menjabat sebagai Kepala Teknik maupun Wakil Kepala Teknik.

 
Keselamatan Jadi Pilar Ketahanan Energi

Joko Hadi Wibowo menegaskan bahwa keselamatan merupakan salah satu pilar utama dalam mendukung target swasembada energi nasional. Menurutnya, implementasi SMKM yang konsisten harus diiringi dengan penguatan budaya keselamatan, peningkatan keandalan instalasi, dan pencapaian target Zero Unplanned Shutdown.

"Keselamatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan kegiatan usaha migas. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) yang konsisten serta penguatan budaya keselamatan menjadi kunci untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan, sekaligus menjaga keandalan instalasi serta keberlangsungan pasokan energi nasional," kata Joko.

Ia menambahkan, sinergi antara regulator dan badan usaha perlu terus diperkuat agar budaya keselamatan menjadi bagian yang melekat dalam setiap aktivitas operasional sektor migas.

 

PGN Perkuat Budaya HSSE

Mewakili manajemen PGN, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra mengatakan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional Subholding Gas.

Sebagai pengelola jaringan infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia, PGN menempatkan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) tidak hanya sebagai kewajiban memenuhi regulasi, tetapi juga sebagai budaya kerja perusahaan.

"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam menjalankan operasional Subholding Gas. Implementasi HSSE tidak hanya menjadi kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi budaya kerja yang terus kami perkuat agar seluruh infrastruktur gas bumi dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan dalam melayani kebutuhan energi nasional," ujar Mirza.

Saat ini, PGN mengoperasikan infrastruktur gas bumi yang tersebar di 18 provinsi dengan layanan yang mencakup jaringan pipa maupun layanan beyond pipeline. Operasional tersebut meliputi pengelolaan pasokan, transmisi, distribusi, LNG, CNG hingga pengolahan gas bumi.

Untuk menjaga keandalan operasional, perusahaan terus memperkuat penerapan HSSE melalui implementasi SMKM, Management Walkthrough (MWT), CEO Safety Talk, Management on Duty (MoD), peningkatan kompetensi pekerja, penguatan budaya keselamatan, serta evaluasi berkala terhadap aset dan instalasi.

 

Catat 484 Juta Safe Man Hours

Implementasi program keselamatan tersebut tercermin pada capaian kinerja HSSE PGN sepanjang 2026.

Hingga Mei 2026, Subholding Gas PGN mencatat lebih dari 484 juta Safe Man Hours. Selain itu, perusahaan telah melaksanakan 48 Management Walkthrough (MWT) dan 23 Management on Duty (MoD) sebagai bagian dari pengawasan keselamatan operasional.

Di bidang penghargaan, PGN memperoleh 15 Patra Nirbhaya dan 5 Patra Karya Raksa atas kinerja keselamatan migas. Sementara dalam aspek lingkungan, sejumlah entitas Subholding Gas berhasil meraih 4 PROPER Emas dan 5 PROPER Hijau, sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pengelolaan lingkungan dan keselamatan perusahaan.

 

Perkuat Kolaborasi dengan Regulator

Melalui audiensi tersebut, PGN dan Ditjen Migas juga memperkuat kolaborasi dalam implementasi berbagai ketentuan keselamatan migas. Fokus kerja sama meliputi penguatan budaya keselamatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan risiko, inspeksi dan pemeriksaan keselamatan, hingga peningkatan keandalan instalasi sesuai regulasi yang berlaku.

PGN menilai budaya keselamatan yang kuat menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan operasional perusahaan sekaligus mendukung target pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Ke depan, perusahaan akan terus mengoptimalkan implementasi HSSE melalui kolaborasi yang erat dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga operasional dapat berjalan secara aman, andal, efisien, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional. (*)