Singapura Luncurkan Pusat Riset TREASURES untuk Perpanjang Usia TPA Semakau

Jumat, 19 Juni 2026 23:59 WIB

Penulis:Pratiwi

Editor:Pratiwi

semakau.jpg
Pulau Semakau | (The Ministry of Sustainability and the Environment (MSE) Singapura)

SINGAPURA (sijori.id) – Pemerintah Singapura meluncurkan pusat riset nasional baru bernama Towards Resource Efficiency and Sustainability for Urban Environments (TREASURES) dengan pendanaan sebesar 35 juta dolar Singapura atau sekira Rp420 miliar. Program ini dirancang untuk mengembangkan solusi pengelolaan limbah berkelanjutan sekaligus memperpanjang usia operasional TPA Pulau Semakau yang diperkirakan mencapai kapasitas penuh sekitar tahun 2035.

Pusat riset yang pertama kali dibentuk di Singapura tersebut merupakan kolaborasi antara National Environment Agency (NEA) dan Nanyang Technological University (NTU). Peluncurannya diumumkan oleh Senior Minister of State for Sustainability and the Environment, Janil Puthucheary, dalam ajang Catalyst yang digelar di Marina Bay Sands pada 17 Juni 2026.

“Program TREASURES merupakan komitmen jangka panjang untuk menangani jenis limbah yang selama ini paling sulit diatasi. Material-material tersebut memang sulit didaur ulang, tetapi memiliki nilai yang besar jika dapat dipulihkan dan dikelola dengan baik,” ujar Janil.

 

Ubah Limbah Menjadi Sumber Daya

Melalui TREASURES, Singapura ingin mengembangkan teknologi yang mampu mengubah residu industri dan limbah beracun menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk sektor konstruksi maupun industri lainnya.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pembuangan limbah ke TPA serta membuka peluang pemanfaatan kembali material yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Ketua Sekolah Teknik Sipil dan Lingkungan NTU sekaligus Co-Director TREASURES, Profesor Chu Jian, mengatakan Singapura menghadapi tantangan unik karena tidak memiliki ruang untuk membangun TPA baru setelah Semakau mencapai kapasitas maksimal.

“Singapura tidak akan memiliki ruang untuk landfill baru setelah Semakau penuh. Karena itu, kami harus menemukan cara memanfaatkan limbah yang ada dan mengurangi jumlah limbah yang dibuang hingga mendekati nol,” katanya.

Menurut Chu, visi jangka panjang proyek ini adalah mengubah Pulau Semakau dari sekadar lokasi pembuangan akhir menjadi pusat penyimpanan sementara dan pengolahan sumber daya hasil pemulihan limbah.

 

Perpanjang Usia TPA Hingga Puluhan Tahun

TREASURES akan didukung dana dari program Research, Innovation and Enterprise (RIE) 2025 dan dikelola NTU selama periode Januari 2026 hingga Maret 2030.

Para peneliti meyakini teknologi yang dikembangkan dapat memperpanjang usia TPA Semakau secara signifikan.

Associate Professor NTU, Fei Xunchang, menjelaskan berbagai penelitian yang sedang berjalan berpotensi mengubah area landfill menjadi beberapa zona penyimpanan dan pengolahan material, sehingga kapasitasnya dapat dimanfaatkan lebih efisien.

“Pendekatan ini berpotensi memperpanjang usia Semakau hingga beberapa dekade ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Acting Head Department of Civil and Environmental Engineering National University of Singapore (NUS), Karina Gin, menilai berbagai teknologi yang sedang dikembangkan bahkan dapat membuat pemanfaatan landfill menjadi hampir tidak terbatas.

“Dalam skenario tersebut, masa pakai efektif landfill dapat menjadi nyaris tanpa batas,” katanya.

 

Dorong Target Zero Waste

Peluncuran TREASURES dilakukan di tengah meningkatnya volume limbah yang dibuang di Singapura. Data terbaru menunjukkan jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan mencapai rekor tertinggi sepanjang 2025.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah meninjau kembali Zero Waste Masterplan 2030 yang sebelumnya menargetkan tingkat daur ulang nasional mencapai 70 persen serta pengurangan 30 persen volume limbah harian yang dikirim ke Semakau.

NEA menyatakan TREASURES akan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga penelitian untuk mengembangkan solusi berbasis sains dalam pengelolaan limbah residu dan limbah industri berbahaya.

Selain fokus pada pengolahan limbah, pusat riset ini juga akan membuka pendanaan penelitian baru bagi universitas, lembaga riset, dan perusahaan yang mengembangkan teknologi pengelolaan limbah berkelanjutan.

 

Kembangkan Solusi Digital dan AI

Bersamaan dengan peluncuran TREASURES, pemerintah Singapura juga memperkenalkan strategi baru untuk mendorong digitalisasi sektor kebersihan, pengelolaan limbah, dan pengendalian hama.

Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) guna mengatasi keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Salah satu contohnya adalah robot pembersih toilet yang dikembangkan perusahaan teknologi lokal Hivebotics. Teknologi ini telah digunakan di Our Tampines Hub dan memungkinkan petugas kebersihan lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan pengawasan manusia.

Melalui kombinasi riset, teknologi digital, dan ekonomi sirkular, Singapura menargetkan menjadi salah satu pemimpin global dalam pengelolaan sumber daya perkotaan yang efisien dan berkelanjutan. (*)