Sabtu, 09 Mei 2026 15:32 WIB
Penulis:Pratiwi

SINGAPURA (sijori.id) - Immigration and Checkpoints Authority (ICA) akan menguji sistem pemeriksaan imigrasi otomatis bagi pengendara mobil dan penumpang di Tuas Checkpoint dalam beberapa bulan ke depan.
Sistem bernama Automated Passenger Clearance System (APCS) itu memungkinkan pengendara dan penumpang menyelesaikan proses pemeriksaan imigrasi tanpa perlu keluar dari kendaraan maupun bertatap muka langsung dengan petugas.
Melalui jalur APCS, pelintas hanya perlu memindai kode QR atau paspor mereka di kios yang tersedia di sepanjang jalur pemeriksaan. Kamera yang terpasang pada empat kios akan melakukan verifikasi biometrik wajah secara otomatis.
ICA juga menyediakan tablet biometrik di beberapa jalur untuk membantu penumpang yang tidak dapat menjangkau kios dari dalam kendaraan.
Dengan sistem tersebut, petugas imigrasi tidak lagi harus berada di loket pemeriksaan untuk melayani pelintas secara langsung.
Menurut ICA, otomatisasi ini memungkinkan petugas dialihkan ke tugas bernilai lebih tinggi seperti profiling, wawancara terarah, dan investigasi guna memperkuat keamanan perbatasan Singapura.
“Automasi juga meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat arus pelintas di pos pemeriksaan,” tulis ICA dalam keterangan resminya.
Sistem APCS akan diterapkan secara bertahap di Tuas Checkpoint mulai awal 2027 sebelum diperluas ke pos pemeriksaan Woodlands yang tengah direvitalisasi.
Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, mengatakan ICA akan terus memperkuat sistem keamanan dan layanan imigrasi di masa depan melalui inovasi teknologi.
Menurutnya, penggunaan teknologi otomatis akan membantu Singapura menghadapi peningkatan jumlah pelintas dan keterbatasan sumber daya manusia.
Sebelumnya, ICA telah menguji sistem otomatis serupa untuk kendaraan roda empat pada 2022. Kemudian pada Maret 2024, Singapura mulai menerapkan pemeriksaan imigrasi menggunakan kode QR melalui aplikasi MyICA.
Melalui aplikasi tersebut, pelintas dapat membuat kode QR individu maupun kelompok sebelum perjalanan. Setibanya di pos pemeriksaan, mereka cukup memindai kode tersebut tanpa harus menyerahkan paspor kepada petugas.
Selain untuk kendaraan pribadi, ICA juga akan menerapkan APCS untuk kendaraan kargo mulai awal tahun depan di Tuas Checkpoint sebelum diperluas ke Woodlands.
Pengemudi dan pendamping kendaraan kargo nantinya dapat melakukan pemeriksaan mandiri menggunakan kode QR atau paspor yang diverifikasi melalui sistem biometrik tanpa kontak langsung.
ICA menyebut Singapura kemungkinan menjadi negara pertama yang menerapkan pemeriksaan imigrasi otomatis untuk seluruh pelintas di pos perbatasannya.
Sejak Mei 2024, seluruh pengunjung asing yang tiba di Singapura juga sudah dapat menggunakan jalur otomatis tanpa perlu registrasi sebelumnya. (*)
Bagikan