Sabtu, 13 Juni 2026 05:44 WIB
Penulis:Pratiwi
Editor:Pratiwi

(sijori.id) - Veda Ega Pratama terus mencuri perhatian dunia balap motor internasional. Pembalap muda asal Indonesia itu mencatat sejarah sebagai rider Indonesia pertama yang berhasil naik podium ajang Grand Prix setelah finis ketiga pada balapan Moto3 Grand Prix Brasil 2026 bersama Honda Team Asia.
Lahir di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 23 November 2008, Veda kini menjadi salah satu talenta paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia dalam jalur menuju MotoGP. Pada musim 2026, pembalap berusia 17 tahun tersebut menjalani debut penuh di Kejuaraan Dunia Moto3 dengan nomor balap 9.
Perjalanan Veda menuju panggung dunia dimulai sejak usia sangat muda. Ia mengenal dunia balap berkat sang ayah, Sudarmono, mantan pembalap nasional yang pernah berkompetisi di ajang Supersport 600 Indonesia.
Veda mulai mengendarai motor mini saat berusia 5 tahun dan sudah mengikuti kompetisi ketika berumur 6 tahun. Bakatnya mulai terlihat pada 2019 ketika berhasil menjuarai Kejuaraan Nasional Club Underbone Indonesia pada usia 10 tahun.
Kesuksesan tersebut menjadi pijakan awal menuju jenjang internasional. Veda kemudian mendapat kesempatan tampil sebagai wildcard pada Idemitsu Asia Talent Cup 2021 di Sirkuit Mandalika.
Karier Veda berkembang pesat di Asia Talent Cup, program pembinaan resmi MotoGP untuk pembalap muda Asia. Setelah finis ketiga pada musim penuh pertamanya tahun 2022, Veda tampil dominan pada 2023 dengan memenangkan sembilan dari 12 balapan.
Prestasi tersebut membuatnya menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar juara Asia Talent Cup.
Gelar itu sekaligus membuka jalan bagi Veda untuk naik ke level berikutnya, yakni Red Bull MotoGP Rookies Cup, salah satu kejuaraan junior paling kompetitif di dunia.
Pada musim debutnya di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024, Veda menempati posisi kedelapan klasemen akhir. Setahun kemudian performanya melonjak drastis.
Musim 2025 menjadi titik penting dalam kariernya. Ia meraih kemenangan perdana di Mugello, Italia, lalu menambah dua kemenangan lainnya di Mugello dan Sachsenring, Jerman.
Kemenangan tersebut membuat Veda tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang memenangkan balapan Red Bull MotoGP Rookies Cup. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang untuk pertama kalinya pada akhir pekan Grand Prix di Eropa melalui keberhasilannya.
Veda menutup musim 2025 sebagai runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup dengan koleksi enam podium dan 181 poin. Pada tahun yang sama, ia juga tampil di JuniorGP World Championship dan finis di posisi ke-10 klasemen akhir.
Tahun 2026 menjadi langkah besar berikutnya dalam perjalanan Veda. Ia bergabung dengan Honda Team Asia untuk menjalani musim penuh pertamanya di Moto3.
Debutnya berlangsung di Grand Prix Thailand, Buriram. Meski berstatus rookie (pemula. red), Veda langsung menembus sesi Q2 dan mengamankan posisi start kelima.
Dalam balapan, ia mampu bersaing di grup depan dan finis di posisi kelima. Hasil tersebut menjadi pencapaian terbaik pembalap Indonesia dalam sejarah Moto3 saat itu.
Namun sejarah yang lebih besar datang pada seri kedua di Brasil.
Pada Moto3 Grand Prix Brasil 2026, Veda kembali tampil impresif dengan start dari posisi keempat.
Balapan sempat dihentikan akibat insiden yang memicu bendera merah. Setelah restart, Veda menunjukkan kemampuan adaptasi dan mentalitas luar biasa.
Dalam empat lap terakhir, ia berhasil merangsek dari posisi ketujuh hingga finis ketiga. Hasil itu menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih podium dalam sejarah Grand Prix balap motor dunia.
Pencapaian tersebut langsung mendapat perhatian besar dari komunitas balap internasional dan memperkuat statusnya sebagai salah satu talenta muda terbaik Asia saat ini.
Gaya Balap dan Kelebihan Teknis
Veda dikenal memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya kompetitif di level dunia.
Beberapa kekuatan utamanya meliputi:
Karakteristik tersebut terlihat jelas dalam balapan Brasil ketika ia mampu bangkit dari posisi tengah dan merebut podium pada lap-lap terakhir.
Indonesia merupakan salah satu pasar sepeda motor terbesar di dunia dan memiliki basis penggemar MotoGP yang sangat besar. Karena itu, kemunculan Veda Pratama memberikan harapan baru bagi dunia balap nasional.
Sebelumnya Indonesia pernah memiliki pembalap seperti Doni Tata Pradita dan Mario Suryo Aji di ajang Grand Prix. Namun, belum ada yang mampu meraih podium.
Dengan usia yang masih 17 tahun dan perkembangan karier yang sangat cepat, Veda kini dipandang sebagai kandidat paling realistis untuk menjadi pembalap Indonesia pertama yang menembus kelas utama MotoGP.
Jika mampu mempertahankan performanya dan terus berkembang bersama Honda Team Asia, bukan tidak mungkin Veda akan menjadi pembalap Indonesia pertama yang bersaing memperebutkan gelar juara dunia MotoGP di masa depan. (*)
Bagikan