Sabtu, 18 April 2026 15:56 WIB
Penulis:Pratiwi
Editor:Pratiwi

(sijori.id) - Ribuan pilot Amerika Serikat terlibat dalam misi udara selama Perang Dunia II. Namun, tak banyak yang mengetahui peran penting para perempuan dalam operasi tersebut. Salah satunya adalah Janice Christensen, anggota program Women Airforce Service Pilots (WASP), yang kini dikenang melalui sebuah artefak bersejarah: jaket terbang A-2 miliknya.
Program WASP membuka peluang bagi perempuan sipil untuk berkontribusi dalam perang dengan menerbangkan pesawat militer di dalam negeri. Christensen, seperti rekan-rekannya, mengenakan jaket A-2 berbahan kulit dengan lapisan katun—seragam ikonik yang kini menjadi simbol dedikasi dan keberanian.
Dari Medan Tugas ke Koleksi Museum
Setelah perang usai, Christensen tetap aktif di dunia penerbangan, termasuk bersama Civil Air Patrol dan cadangan Angkatan Udara Amerika Serikat. Ia bahkan menerbangkan pesawat pribadinya, Taylorcraft bermesin tunggal.
Christensen wafat pada 1965, namun jaket bersejarah tersebut tetap disimpan oleh keluarganya. Baru pada 2019, keluarga memutuskan untuk menghubungi National Air and Space Museum guna mendonasikannya.
Kurator senior bidang aeronautika, Dorothy Cochrane, menyambut baik tawaran tersebut. Mengingat kelangkaan jaket asli Perang Dunia II, artefak ini dinilai memiliki nilai historis tinggi dan cocok menjadi bagian dari galeri baru bertema perang udara yang dijadwalkan dibuka pada 1 Juli 2026.
Tantangan Restorasi: Menjaga Nilai Sejarah
Meski berharga, kondisi jaket yang telah berusia sekitar 80 tahun menjadi tantangan tersendiri. Sebelum diterima, pihak museum harus memastikan bahwa artefak tersebut masih bisa diselamatkan.
Tugas ini dipercayakan kepada Beth Knight, spesialis konservasi tekstil di museum. Ia menyimpulkan bahwa jaket tersebut masih dapat distabilkan dan diperkuat untuk keperluan pameran publik.
Menariknya, jaket ini tidak hanya menyimpan sejarah dari masa perang, tetapi juga dari generasi berikutnya. Keponakan Christensen, Rebecca Busby, pernah mengenakan jaket tersebut pada 1970-an sebagai bentuk penghormatan. Ia juga melakukan perbaikan sederhana pada bagian lengan dan pinggang yang mulai rusak.
Alih-alih menghapus jejak tersebut, tim konservasi justru mempertahankannya. Teknik jahitan yang digunakan Busby dianggap sebagai bagian penting dari perjalanan artefak. Knight kemudian melakukan penguatan tambahan dengan metode yang serupa agar tetap selaras dengan karakter aslinya.
Simbol Perempuan dalam Sejarah Penerbangan
Jaket A-2 ini juga dihiasi patch maskot WASP, Fifinella—karakter gremlin perempuan yang dirancang oleh Walt Disney Studios. Detail ini memperkuat identitas dan semangat komunitas pilot perempuan saat itu.
Kini, jaket tersebut menjadi bagian dari galeri Jay I. Kislak World War II in the Air di National Air and Space Museum. Kehadirannya bukan sekadar pajangan, tetapi juga pengingat akan kontribusi perempuan dalam sejarah militer dan penerbangan.
Kisah jaket ini menunjukkan bahwa artefak bukan hanya benda mati, melainkan saksi hidup dari perjalanan sejarah—yang nilainya justru terletak pada jejak waktu yang melekat padanya. (*)
Bagikan