Rabu, 15 April 2026 10:09 WIB
Penulis:Pratiwi

CHINA (sijpri.id) - Pernah membayangkan kereta api “naik kapal”? Di China, hal itu bukan sekadar imajinasi. Ada jalur rel yang melintasi Qiongzhou Strait yang menjadi penghubung utama antara daratan utama dengan Pulau Hainan, tanpa jembatan maupun terowongan. Solusinya: kereta langsung masuk ke kapal feri dan menyeberang laut.
Yang menarik, penumpang tidak perlu turun. Suasana di dalam gerbong tetap sama seperti perjalanan biasa. Bedanya, ketika melihat ke luar jendela, pemandangan bisa tiba-tiba berubah menjadi hamparan laut lepas.
Lalu, bagaimana cara satu rangkaian kereta bisa “masuk” ke kapal?
Begitu tiba di pelabuhan, rangkaian kereta tidak langsung dimasukkan utuh. Petugas akan membaginya menjadi beberapa bagian. Setelah itu, setiap segmen didorong masuk ke dalam lambung kapal satu per satu. Di bawah dek utama kapal, tersedia empat jalur rel paralel yang memang dirancang khusus untuk menampung gerbong kereta.
Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi. Posisi gerbong harus presisi agar tetap stabil selama pelayaran. Setelah semua bagian masuk, kapal pun berangkat menyeberangi selat dengan jarak sekitar 19 kilometer. Waktu tempuhnya berkisar 90 menit.
Setibanya di seberang, proses dilakukan sebaliknya. Gerbong ditarik keluar, disusun kembali menjadi satu rangkaian, lalu disambungkan dengan lokomotif baru untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir.
Sekilas terlihat rumit. Namun, metode ini dinilai jauh lebih hemat dibanding membangun jembatan raksasa atau menggali terowongan bawah laut yang biayanya bisa sangat besar.
Sistem ini menunjukkan bagaimana teknologi transportasi bisa beradaptasi dengan kondisi geografis. Bukan memaksa alam, tetapi mencari cara paling efisien untuk tetap terhubung.
Jadi, berani mencoba naik kereta yang “berlayar” di laut? (*)
Bagikan