Artificial intelligence Ungkap Isi Buku yang Hilang 2000 Tahun Lalu

ITALIA (sijori.id) - Sebuah buku bernama "The Lost book" yang hilang selama 2000 tahun akhirnya berhalis diuraikan. Buku tersebut membahas mengenai dinasti yang menggantikan pemerintahan Alexander Agung yang hidup kala itu.
Uniknya, penguraian pesan dari buku yang hilang itu dilakukan oleh AI (Artificial intelligence), dua milenium setelah keseluruhan teks tersebut hancur lebur oleh letusan gunung Vesuvius di Pompeii pada tahun 79 Masehi.
Berabad-abad kemudian, sisa kepingan buku yang hilang diserahkan pada penguasa Prancis, Napoleon Bonaparte.
Mengutip Live Science, Sabtu, 11 Februari 2023, para peneliti menggunakan pembelajaran mesin, cabang kecerdasan buatan, untuk membedakan tinta samar pada gulungan papirus yang digulung.
Profesor studi klasik universitas terkemuka di University of Michigan, Richard Janko mengatakan bahwa selama ini hanya sebagian teks yang bisa dibaca karena manuskrip sudah rusak berat.
Namun pada catatan tersebut disebutkan nama sejumlah dinasti dan Jenderal Makedonia, Alexander Agung.
Berdasarkan pesan yang berhasil diuraikan diketahui bahwa setelah Alexander Agung wafat pada tahun 323 SM, kerajaannya kemudian runtuh. Teks tersebut menyebutkan jenderal Makedonia Seleucus, yang datang untuk menguasai sejumlah besar wilayah di Timur Tengah, dan Cassander, yang memerintah Yunani setelah kematian Alexander.
Simpan Banyak Misteri
Setelah secuil misteri kisah Alexander Agung berhasil diungkapkan, masih banyak hal yang bisa diungkapkan dari gulungan yang telah rusak terbakar itu.
Sebagaimana diketahui, manuskrip mengenai Alexander Agung ditemukan di Vila Papirus di Herculaneum, sebuah kota yang hancur di sepanjang Pompeii ketika Gunung Vesuvius meletus setelah pergantian milenium pertama.
Vila, yang dinamai dari gulungan papirusnya yang luas, berisi banyak tulisan dari filsuf Philodemus yang hidup sekitar tahun 110 SM hingga 30 SM. Benang merahnya, lokasi ditemukannya tulisan tersebut merupakan filosofi, bukan sejarah.
Janko berhipotesis bahwa teks tersebut mungkin telah dipinjam dan tidak dikembalikan. Salah satu kemungkinannya adalah Philodemus sendiri menggunakannya sebagai referensi untuk menulis karyanya On the Good King . (*)
Berita Sebelumnya
5 Kebiasaan Belanja yang Bikin Sulit Kaya Raya
Berita Selanjutnya